Wow . . . Bos Ini Rela Pangkas Gaji 90% Demi Naikkan Gaji
Pegawainya – Sungguh benar – benar mulia apa yang dilakukan oleh seorang
CEO dari Amerika ini. Betapa tidak, ia rela memotong gaji nya demi bisa
menaikkan upah para pegawainya. Dan Price, seorang pemilik dan pemimpin dari
perusahaan yang bergerak dalam pelayanan jasa pembayaran melakukan kebijakan
yang terbilang sangat ekstrem. Perusahaan Gravity Payments dari Seattle, AS yang
ia dirikan sekitar sebelas tahun yang lalu bukanlah perusahaan yang besar.
Namun apa yang telah dilakukan oleh Dan Price adalah suatu langkah
yang sangat besar dan berpotensi membuat pola berpikir seorang Bos bisa
berubah. Dengan membawahi karyawan yang tidak terlalu banyak, nampaknya Dan
Price berusaha membagi kebahagiaan nya pada seluruh karyawan.
Dan Price CEO Berhati Emas
Sungguh mulia memang apa yang telah dilakukan Dan Price. Dari yang
semula gaji nya mencapai 13 milar rupiah per tahun, menjadi Rp 910. 000.000 ,- ia
merelakan 90% gajinya dipotong untuk bisa meningkatkan gaji dari para
pegawainya. Ia beralasan tidak ingin karyawannya memiliki gaji di bawah
US$70.000 atau sekitar Rp. 910.000.000. Tidak hanya gaji saja yang dipotong,
namun Dan Price juga akan memangkas keuntungan perusahaanya untuk karyawannya.
Kebijakan yang ia ambil tersebut membuat 30 karyawannya mengalami
kenaikan gaji mencapai dua kali lipat. Dan 40 karyawan yang lain mengalami
kenaikan juga yang signifikan. Bahkan ada beberapa karyawan yang bahkan
tercengang dengan keputusan yang diambil Dan Price. Cerita kebahagiaan karyawan
pun cepat menyebar luas. Ada pegawai yang langsung menelpon istrinya karena
kenaikan gaji nya. Ada juga yang langsung menghubungi Ayah dan Ibu nya karena
saking bahagianya. Philip Akhvan salah satu pegawainya mengalami peningkatan
sekitar 16% dari US$ 43.000 menjadi US$ 50.000. Ortiz karyawan yang
mengungkapkan gajinya yang tadinya US$ 36.000 naik drastis menjadi US$ 50.000.
Motivasi Dan Price Dalam Mengambil Kebijakan
Apa yang dilakukan Dan Price tersebut bukanlah tindakan untuk menjadi
populer semata, namun juga didasari dengan beberapa alasan yang sangat ilmiah.
Dan Price mengambil keputusan tersebut setelah ia membaca sebuah studi yang
menyebutkan bahwa meningkatnya pendapatan atau penghasilan sangat berpengaruh
signifikan pada sisi emosi seseorang. Tidak hanya itu saja, Dan Price juga
sering mendengar keluhan karyawan tentang sulitnya mencari rumah dengan gaji
yang mereka dapatkan.
“Saya mendengar itu setiap minggu, membuat saya menderita dalam hati,”
begitu ucap Dan Price.
Ucapan – ucapan curahan hati dari karyawan yang sering ia dengar
membuatnya menderita, yang pada akhirnya menuntunnya untuk mengambil kebijakan
yang luar biasa tersebut. Dan Price juga berjanji akan memberikan 75-80 persen
keuntungan perusahaan untuk kesejahteraan karyawan nya. Pada umumnya gaji
seorang CEO di Amerika adalah 300 kali lipat dari gaji karyawannya. Namun itu
tidak berlaku bagi Dan Price, bahkan gaji nya sama dengan karyawan biasa di
perusahaannya.

